Artikel

Agar Kemasan Gula Pasir Masuk Pasar Ritel, Jangan Lupa Cantumkan 7 Hal Ini!

ijin pada kemasan gula pasir

Pertumbuhan industri gula pasir di Indonesia yang belakangan ini semakin hangat, ternyata mendorong kalangan pengusaha untuk berlomba-lomba mengemas ulang dan mendistribusikannya dengan tampilan kemasan gula pasir yang lebih menarik.

Jika selama ini kita menemukan gula pasir lokal di pasar tradisional hanya dikemas menggunakan kantong plastik polos, sekarang ini agar bisa masuk ke pasar ritel modern para pelaku industri mulai menambahkan desain-desain kreatif pada kemasan gula pasir dengan jenis bahan kemasan yang beragam.

Selain memperhatikan jenis bahan plastik yang akan digunakan untuk membuat kemasan gula pasir, ternyata para pelaku industri juga harus tahu 7 info apa saja yang wajib dicantumkan pada kemasan gula pasir yang akan dibuat. Apa saja 7 info yang dimaksud? Simak selengkapnya di bawah ini!

1. Merek produk

Hal pertama yang wajib kamu cantumkan pada kemasan gula pasir adalah nama atau merek dagang yang digunakan. Contohnya seperti merek : “GULAKU”.

2. Berat Bersih Produk

Mengingat di Indonesia sendiri gula pasir bisa dikemas dalam berbagai ukuran, jadi penting buat kamu untuk mencantumkan berat bersih produk pada kemasan gula pasir. Contohnya seperti : “Netto 1 kg” atau “Netto 1.000 gram”.

3. Info siapa produsen atau distributor

Kamu juga wajib mencantumkan asal-usul produk, baik siapa produsennya maupun distributor yang mengemas ulang. Contohnya seperti pada kemasan Gula Pasir Putih Indomaret, dicantumkan identitas pengemas dan pemasar.

4. Legalitas Usaha Sangat Penting

Poin keempat yang tak boleh kamu abaikan adalah info tentang legalitas atau perizinan produk. Dari mulai izin yang dilekuarkan BPOM RI, izin halal dari MUI, SNI, atau izin sementara yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan setempat (biasanya berupa izin P-IRT).

5. Tanggal Kadaluarsa Produk

Produk gula pasir juga ada masa kadaluarsanya, jadi pastikan kemasan gula pasir yang kamu buat sudah dilengkapi tanggal kadaluarsa produk. Hal ini penting karena produk pangan memiliki batas waktu penggunaan yang terbilang singkat. Contoh penulisan tanggal kadaluarsa “ Baik digunakan sebelum : 1 Januari 2018”.

6. Kode produksi

Selain tanggal kadaluarsa, kode produksi bisa jadi alat untuk menjelaskan kepada calon konsumen, kapan gula pasir tersebut diproduksi. Umumnya kode produksi dapat disertai dengan atau berupa tanggal produksi yang meliputi tanggal, bulan, tahun pembuatan.

7. Cantumkan Juga Komposisi Produk

Komposisi atau daftar bahan yang digunakan selama proses produksi berlangsung menjadi patokan konsumen untuk melihat kualitas produk yang ada pada kemasan tersebut. Dalam hal ini kamu bisa mencantumkan komposisinya jika perlu kamu bisa menambahkan tips resep praktis agar konsumen lebih tertarik membeli produk gula pasir yang kamu kemas.

Nah, untuk bisa menghasilkan gula pasir kemasan dengan bentuk dan desain yang elegan seperti tampilan kemasan gula pasir yang ada di pasar ritel modern, kamu bisa memanfaatkan bantuan mesin pengemas gula pasir.

Disini peran mesin pengemas gula pasir tidak hanya mempercepat proses produksi gula pasir kemasan jadi lebih cepat, tapi juga menghemat biaya produksi dari yang awalnya dikemas secara manual dengan bantuan tenaga kerja yang cukup banyak dan dalam waktu yang relatif lama, kini dengan bantuan mesin packing otomatis bisa menghasilkan kemasan gula pasir yang lebih modern dengan desain yang bernilai jual tinggi di pasaran dengan waktu produksi yang relatif lebih cepat.

Tapi ingat, meski sekarang ini mesin pengemas gula pasir sudah bisa dengan mudah kamu temukan di pasaran, tapi jangan asal berinvestasi sebab saat ini jenis mesin packing gula otomatis yang ada di pasaran sangat beragam. Pastikan kamu mendapatkan produk dan layanan purna jual yang berkualitas agar tak salah dalam berinvestasi, pastikan juga kamu membeli mesin pengemas otomatis di Anekamesinpengemas.com karena sudah terbukti memiliki harga bersaing dan layanan purna jual yang sangat bersahabat.