Artikel

Sebelum Memproduksi Madu Kemasan Sachet, Pahami Dulu Ilmunya!

Sebelum Memproduksi Madu Kemasan Sachet, Pahami Dulu Ilmunya!

Hampir setiap orang tentu sudah mengetahui manfaat dari madu. Cairan yang dihasilkan lebah dengan bentuk menyerupai sirup ini memiliki cita rasa yang manis dan berbagai macam senyawa terutama fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%), sehingga mirip dengan sirup gula sintetis diproduksi terbalik, yang sekitar 48% fruktosa, glukosa 47%, dan sukrosa 5%.

Banyaknya manfaat yang ditemukan pada madu, membuat pertumbuhan industri madu kemasan di tanah air terus mengalami peningkatan. Kalau dulunya madu banyak dikemas dengan botol, sekarang ini trend madu kemasan mulai bergeser dengan menggunakan kemasan sachet.

Selain karena pertimbangan harga yang lebih ekonomis, kemasan madu sachet juga memudahkan konsumen untuk menikmati khasiat madu dengan takaran sekali pakai. Dengan begitu, khasiat madu tidak berkurang karena dikonsumsi langsung setelah membuka segel kemasan sachet.

Nah, sebelum kamu ikutan terjun menekuni bisnis pengemasan madu. Ada baiknya jika kamu mengetahui seluk-beluk madu yang banyak dihasilkan di pelosok Indonesia. Tahukah kamu kalau saat ini jenis lebah yang paling efektif menghasilkan madu adalah lebah dengan jenis Apis dorsata?

Ya, lebah yang satu ini termasuk lebah Asia yang paling bagus memproduksi madu. Lebah ini hanya membuat sarang satu lapis yang meggantung di dahan pohon, di langit-langit yang terbuka, atau di tebing jurang. Untuk saat ini Apis dorsata belum bisa dibudidayakan di kandang tertutup. Dengan sarang berukuran 2 x 2 m lebah ini bisa menghasilkan 20 kg madu untuk setiap sarang.

Lebah Apis dorsata umumnya berbadan besar, dan hidup di daerah sub-tropis dan tropis Asia seperti di kawasan Indonesia, Filipina, India, Nepal dan tidak ditemukan selain di daerah Asia. Di Indonesia lebah ini bisa ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan NTB atau NTT. Tidak heran kalau madu asli dari kawasan Indonesia timur memiliki kualitas yang paling bagus.

Untuk bisa menghasilkan madu, lebah mengubah sakarida menjadi madu dengan proses mengunyah berkali kali sampai setengah tercerna. Proses ini tidak bisa dilakukan sekaligus. Setelah dikunyah, sakarida masih dalam bentuk cair dan masih mengandung banyak air, maka proses selanjutnya adalah penguapan sebanyak mungkin air dan transformasi dengan enzim. Lebah membuat madu sebagai sumber makanan. Pada musim dingin atau saat makanan langka, lebah mengambil cadangan madu sebagai sumber energi.

Mengingat cairan yang dihasilkan lebah ini tidak hanya terdiri dari zat gula, tapi juga memiliki kandungan senyawa enzim yang cukup beragam, pemilihan jenis kemasan sachet pun juga harus tepat agar tidak sampai merusak kualitas kualitas madu yang dikemas didalamnya.

Apalagi sekarang ini sudah ada bantuan mesin pengemas cairan yang bisa digunakan untuk mengemas madu dalam bentuk kemasan sachet. Dengan kapasitas produksi sekitar 10-45 sachet dalam hitungan menit, madu kemasan sachet yang dihasilkan tentunya memiliki nilai jual yang lebih tinggi karena tampilannya tidak hanya lebih cantik tapi juga bisa dilengkapi dengan brand produk yang dipasarkan.

Nah, kalau kamu sampai saat ini belum punya referensi mesin pengemas madu otomatis, pastikan agar kamu tak salah dalam berinvestasi percayakan semua urusan tentang mesin pengemas otomatis di Anekamesinpengemas.com karena sudah terbukti memiliki harga bersaing dan layanan purna jual yang sangat bersahabat.