Hindari Penggunaan Kertas Daur Ulang untuk Kemasan Makanan!

Berbicara tentang kemasan makanan berbahan dasar kertas, yang paling lazim digunakan di Indonesia ternyata masih banyak yang belum layak untuk dijadikan sebagai kemasan primer. Contohnya masih banyak ditemukan penggunaan kertas koran, kertas bekas cetakan, atau kertas daur ulang sebagai bahan kemasan nasi kotak, nasi bungkus, gorengan, dan kotak martabak.

Berdasarkan riset yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), jumlah bakteri yang terkandung dalam kertas pangan yang terbuat dari kertas daur ulang sekitar 1,5 juta koloni per gram, sedangkan rata-rata kertas nasi yang umum digunakan beratnya 70 – 100 gram, itu artinya ada sebanyak 105 juta – 150 juta bakteri yang terdapat di kertas tersebut.

“Kandungan mikroorganisme di kertas daur ulang memiliki nilai tertinggi dibandingkan jenis kertas lainnya, ini melebihi batas yang ditentukan,” ujar Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Euis Hermiati, dalam acara roadshow food safety packaging di Jakarta, Kamis (24/11).

Zat-zat kimia tersebut berdampak negatif terhadap tubuh manusia dan dapat memicu berbagai penyakit seperti kanker, kerusakan hati dan kelenjar getah bening, mengganggu sistem endokrin, gangguan reproduksi, meningkatkan risiko asma, dan mutasi gen.

Menurut dia, kemasan makanan berbahan dasar kertas non daur ulang bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan penggunaan kemasan daur ulang dan styrofoam. Kemasan kertas non daur ulang baik untuk konsumen, makanan dan lingkungan.

“Seperti di luar negeri tren nya sudah seperti itu jadi untuk mengurangi limbah karena biasanya kemasan ini bio degradable dan sudah memiliki standar keamanan,” ujarnya.

Foopak Technical Expert, Atul Tyagi, mengatakan, masyarakat dapat menggunakan kemasan pangan berkategori food grade yang seratus persen terbuat dari serat alami dengan ciri-ciri tampilan berwarna putih bersih, tidak berbintik-bintik, dan tidak tembus minyak. Di samping itu, karton food grade bersifat ramah lingkungan karena mudah terurai.

“Produk foopak yang kami produksi dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadirkan kemasan makanan yang aman dan higienis bagi para konsumen dan produsen makanan,” kata Tyagi.

Produk Foopak, lanjut dia, telah teruji bebas dari bahan kimia berbahaya, bersertifikat Food and Drugs Administration (FDA), sudah memiliki sertifikasi ISEGS dan sertifikasi Halal. Produk Foopak juga di desain khusus untuk pengaplikasian makanan dengan keunggulan melindungi makanan dari kontaminasi dan juga ramah lingkungan.

“Selain itu, Foopak juga diklasifikasikan berdasarkan aplikasi pada makanan. Sehingga semua jenis makanan bisa tercover dengan baik dan aman,” tambahnya.

Foopak sendiri, kata Tyagi, merupakan kemasan makanan yang 100 persen bio degradable, memiliki kemampuan untuk menahan minyak, kemasan yang secara khusus dikembangkan untuk penyimpanan di lemari es, kemasan yang didesain khusus untuk menjaga kualitas kesegaran makanan.

“Selain itu, Foopak juga didesain untuk makanan yang menggunakan saus dan penutup untuk melindungi makanan serta berwarna putih alami,” tambahnya.

2 Komentar

  1. Howdy! Would you mind if I share your blog with my twitter group? Theres lots of people that I believe would really enjoy your content. Please let me know. Thanks bcddaddabkgb

    Balas

Tinggalkan komentar