Artikel

Apa Saja Fungsi Packaging Atau Kemasan Produk?

Apa Saja Fungsi Packaging Atau Kemasan Produk?

Untuk lebih mengerti mengenai efek packaging atau kemasan produk terhadap penjualan, anda harus mengerti terlebih dahulu mengenai fungsi dari packaging atau kemasan tersebut. Biar tidak salah dalam memilih kemasan produk, pastikan anda memahami terlebih dahulu fungsi utama kemasan produk.

5 Fungsi Kemasan Produk yang perlu anda tahu:

1. Sebagai tempat produk

Fungsi kemasan produk yang pertama adalah sebagai tempat untuk produk yang ingin dijual. Untuk menentukan besar kemasan tersebut, mengetahui berat serta jenis produk yang akan ditempatkan dalam kemasan merupakan hal yang aling utama. Oleh karena itu, dalam menentukan jenis kemasan yang tepat untuk suatu produk membutuhkan kejelian agar kemasan berfungsi secara maksimal.

Beberapa contoh kemasan yang dapat digunakan antara lain berwujud kaleng, kotak, tube, botol atau apa saja yang pada dasarnya harus sesuai dengan produknya. Lalu perhatikan pula bahwa kemasan akan memudahkan dalam pendistribusian serta mampu melindungi produk di dalamnya agar tetap utuh.

2. Sebagai identifikasi

Maksud dari identifikasi adalah mengenal produk yang dijual. Pada dasarnya banyak produk lain yang sejenis dan dijual bersamaan dengan produk yang anda miliki. Di sinilah kegunaan kemasan, yakni membedakan produk anda dengan produk lain yang sejenis sehingga para konsumen akan tahu bahwa produk yang ingin dibelinya merupakan produk anda.

3. Sebagai alat komunikasi

Packaging atau kemasan secara meskipun bersifat secara tidak langsung, namun dapat dijadikan alat komunikasi dengan para konsumen anda. kemasan tersebut akan menunjukan merk, gambar maupun pesan yang akan menimbulkan rasa ingin tahu para konsumen, petunjuk penggunaan, komposisi produk serta keterangan maupun hal yang lainnya. Jadi pada intinya kemasan tersebut akan memberikan informasi kepada para konsumen yang hendak membeli produk anda.

4. Memudahkan penggunaan

Kemasan juga berfungsi untuk memudahkan penggunaan atau pemakaian para konsumen yang telah membeli produk anda. kemudahan ini dapat berarti kemudahan saat membuka, mudah mengeluarkan isinya, serta mudah untuk dibawa atau disimpan.

5. Mempromosikan produk

Desain kemasan yang menarik, bahan baku kemasan yang aman bagi kesehatan, serta memudahkan para konsumen untuk menggunakan produk tersebut dapat menambah nilai jualnya. Umumnya produk yang berupa barang konsumsi akan diletakan berdampingan dengan produk pesaingnya saat dijual di swalayan maupun toko. Oleh karena memperbaiki kemasan dapat mempengaruhi efek penjualan produk anda.

3 Alasan mengapa kemasan diperlukan:

  1. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen agar produk tersebut tidak rusak. Untuk beberapa jenis produk yang dapat membahayakan anak-anak biasanya diberi kemasan pelindung khusus. Disamping itu barang yang diberi kemasan biasanya lebih bersih dan menawan.
  2. Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif. Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya. Para pengecer juga mengakui bahwa kemasan yang mengandung ciri-ciri promosi dan perlindungan barang yang efektif meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya karena rusaknya produk.
  3. Bentuk dan ciri kemasan yang demikian menariknya menyebabkan pelanggan bersedia membayar lebih mahal hanya untuk memperoleh kemasan istimewa. Peningkatan laba juga bisa diperoleh melalui efisiensi biaya pemasaran yang diperoleh dari kemasan yang efektif. Kemasan yang dapat melindungi produk, kemasan yang memberikan ciri-ciri promosi semuanya ini akan dapat menekan biaya, baik biaya kerusakan dan biaya advertensi.

Inovasi produk bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup  perusahaan, karena produk yang telah ada rentan terhadap perubahan kebutuhan dan selera konsumen, teknologi, siklus hidup produk yang lebih singkat, serta  meningkatnya persaingan domestik dan luar negeri.

Inovasi produk yang dilakukan haruslah melalui hasil penelitian pasar, sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan selera konsumen. Meskipun perusahaan mementingkan mutunya, tetapi apabila perusahaan tidak memperhatikan selera konsumen, maka akan menyebabkan produknya tidak diminati, bahkan konsumennya akan beralih pada produk lain, sehingga penjualan akan turun.